Tampilkan postingan dengan label kayu donoloyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kayu donoloyo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2015

Makam eyang Minggir benowo

Makam eyang Minggir benowo menurut Rekso Jiwo berada disebelah utara lapangan tembak palur karang anyar,lokasinya yang berada dipinggir sungai dan disebelah barat jembatan yang terdapat balok besar kayu donoloyo yang memiliki misteri tersendiri menambah angkernya tempat ini.
Diceritakan pada jaman dahulu ada seseorang yang memindahkan kayu donoloyo tersebut dan meninggal,sedangkan kayu tersebut kembali sendiri ketempatnya

Makam eyang Minggir benowo
Makam eyang Minggir benowo
Keberadaan kayu donoloyo menurut cerita pada jaman dahulu merupakan kayu dari hutan donoloyo wonogiri yang dikenal keangkerannya dan apabila kraton solo membutuhkan bahan bangunan kayu maka kayu donoloyo akan berada ditepi sungai bengawan.
sedangkan pohon jati hutan donoloyo tidaklah sembarangan orang berani dan bisa menebangnya,harus orang pilihan dan mengunakan ritual tertentu,dan lagi jika kraton solo memerlukan menurut cerita,kayu donoloyo tersebut akan berhenti sendiri disungai bengawan mendekati wilayah kraton surakarta

Sedangkan yang berada didekat lokasi Makam eyang Minggir benowo sendiri merupakan Kayu donoloyo yang terdampat dan diinginkan oleh danyang penunggu wilayah ini
Makam eyang Minggir benowo
Makam eyang Minggir benowo

Makam eyang Minggir benowo merupakan Makam seorang bangsawan yang meninggal hanyut terbawa arus sungai dan berhenti atau minggir ditempat ini,seorang bangsawan yang tidak diketahui siapa namanya dan dari mana,hanya dapat ditelisik dari sandangan yang dikenakan pada saat itu.

yang menemukan eyang minggir benowo adalah seorang pencari ikan,yang mana pada saat menemukan jasad yang mengapung dipinggir dalam keadaan sepi ikan,lalu berujarlah penjala ikan jika mendapat banyak ikan akan mengubur jasad tersebut.
Sungguh ajaib,setelah berujar terjadilah keajaiban,jala yang ditebar berulang ulang banyak berisi ikan.setelah itu mbah Mina sebutan penjala ikan tersebut menguburkan jasad tersebut dipinggir sungai.
nama Mina diambil dari nama ikan dalam bahasa jawa.

Sedangkan untuk nama eyang Minggir Benowo diambil dari Minggir atau pinggir benowo karena jasad berada dipinggir desa benowo atau sungai benowo

Suasana yang nyaman dan rindang karena banyak pohon pohon beringin yang usianya ratusan tahun.
Makam eyang Minggir benowo
Makam eyang Minggir benowo
dibawah pohon rindang serta suasana yang nyaman,menentramkan hati dan membuat lantunan doa doa menjadi khitmad.
tentunya mendatangi sebuah makam,yang paling utama adalah berziarah untuk mendoakan agar arwah yang bersemayam diwilayah ini mendapat ampunan dari dosa maupun kesalahan yang pernah dilakukan semasa hidupnya serta agar si arwah memperoleh tempat yang layak disisiNya
Setelah berdoa di Makam eyang minggir benowo,yang disitu hanya terdapat satu makam saja,sisanya adalah tempat luas dan terdapat banyak pohon beringin,sehingga dapat meditasi dibawah pohon beringin dengan nyaman

Meditasi ditempat sepi bagi spiritualis merupakan ritual wajib yang mana jika tidak dilakukan akan terasa kurang,karena sebuah kebiasaan yang sudah mengakar dalam hati sanubari dalam menyatukan diri dengan semesta raya
Makam eyang Minggir benowo
Makam eyang Minggir benowo
karena tentunya dalam melayani kebutuhan masyarakat diperlukan stamina baik luar maupun dalam yang kuat agar mampu bermanfaat sesuai dengan yang dibutuhkan

Demikian ritual Ki Rekso jiwo diberbagai tempat yang beraroma Mistis,yang masih berada disekitar kota solo,kurang lebih sekitar 10 menit berkendara dari balaikota surakarta kearah timur,dilain kesempatan akan mengulas tempat tempat yang biasa dikunjungi dalam melakukan ritual ritual dalam dunia supranatural

sekian....... wasallam
whatshap Ki Rekso Jiwo 089666616661