Tampilkan postingan dengan label Tempat keramat persugihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat keramat persugihan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2015

Tempat keramat persugihan

Tempat keramat persugihan kali ini yang dikunjungi dalam wisata spiritual Ki Rekso jiwo adalah Maqom Ki Ageng Balak yang terdapat di desa Mertan,kecamatan Bendosari,Kabupaten Sukoharjo,keadaan lokasi yang dapat dilihat dengan ilmu fengshui atau tata letak yang secara geografis menyimpan energi yang luar biasa dimana maqom berada ditengah cekungan sungai,sehingga menyimpan energi besar dari pusaran air
Tempat keramat maqom Ki Ageng Balak

Sejarah tempat keramat persugihan tersebut dahulunya merupakan tanah puntuk atau sebuah gundukan tanah rumah rayap atau secara alami mengunduk,keberadaan tanah puntuk yang dipercaya oleh masyarakat jawa khususnya menyimpan energi besar dan banyak dihuni mahluk astral,sehingga kawasan tersebut dibiarkan tidak terurus
Namun ada seseorang yang mengalami kesulitan hidup kemudian mendapat wisik ilham gaib agar merawat tempat tersebut dan perjalanan waktu kehidupan orang tersebut menjadi mapan,sehingga kabar tersiar kepenjuru wilayah hingga dirawat dan orang orang yang terkabul Hajatnya ikut membangun hingga menjadi seperti sekarang ini

Cerita yang beredar dari Tempat keramat persugihan merupakan sebuah cerita yang mengisahkan Raden sujana yang tidak mau dinikahkan dan pergi keluar dari lingkungan Kraton Majapahit.
Sebagai putra bangsawan trah Brawijaya walaupun berada jauh dari lingkungan kraton masih tersirat secara Psikologi tubuh,sehingga dihadang dua perampok yang hendak merampas perbekalan dari Raden sujana.

Namun secara kemampuan keduanya dapat ditumbangkan karena secara intensif dilingkungan kraton diajarkan gladi olah kanuragan,kemudian keduanya mengakui kekalahan dan mengabdi sebagai cantrik,kedua orang tersebut adalah simbarjo dan simbarjoyo.
beberapa tahun kemudian utusan majapahit menemukan keberadaan Raden Sujana dan atas titah Raja Raden sujana diperintahkan untuk pulang kekedaton karena keadaan Majapahit dalam Kondisi Genting.

Namun Titah Raja ditolak dan diberikan solusi melalui petunjuk batin yang Raden sujana lakukan saat bermeditasi,sehingga berangsur angsur keadaan menjadi stabil kembali,dan  Raden sujana mendapat Gelar Kyai Balak  atau Ki Ageng Balak karena dapat menolak Balak yang mengancap keadan Majapahit.
Namun semua itu hanyalah cerita bukan bukan Fakta sejarah,karena jin memiliki banyak tipu muslihat untuk menyesatkan umat manusia dengan memuja Tokoh tersebut.

Karena Energi yang besar yang tersimpan ditempat keramat tersebut sangat besar hingga menjadi sentral dan menarik berbagai macam mahluk astral sehingga dalam melakukan ritual haruslah didampingi oleh guru spiritual agar dapat menyerap energi positif tempat tersebut dan dimudahkan segala hajatnya

makam kyai balak memang dekat dengan desa sugihan sehingga banyak dihubungkan dengan ritual persugihan,namun sejatinya tidak ada hubungannya,namun karena keyakinan pelaku ritual yang kuat disertai laku puasa dan ritual yang berat ditempat inilah yang menarik khodam atau jin jin yang bisa difungsikan sebagai pembantu sarana persugihan.
Mungkin karena sejarah dari mulut kemulut yang mensejarahkan seorang pangeran kerajaan,tentunya memiliki harta benda yang berwujud emas berlian yang melimpah ruah sehingga orang orang yang mengalami kesulitan ekonomi menyimpulkan hal tersebut
namun dalam persugihan pastilah ada yang dikorbankan,baik itu sesaji ataupun nyawa,sesuai dengan perjanjian gaib,jika salah jiwa pelakunyapun mengalami ancaman dan menjadi tumbalnya
semoga kesadaran kembali pada manusia sehingga memilih jalan halal dan diridhoi Allah Subhana wata alla,dan berziarah hanya memohonkan ampunan arwah yang bersemayam dan berdoa dengan benar